Mei 12th, 2012
by puisipemula
Menanti dalam menggigilnya hati
menanti yang telah pasti
memeluk nyata dalam kasih
ketika kau tebarkan jani janji
Menanti yang tak ternanti
dalam kilauan yang menepi
ketika kau datang dan berucap
aku harus pergi
Kehidupan seketika sunyi
terbagi dalam gaung yang menanti
untuk kepastian dihari nanti
adakah duka yang tak terganti
Dalam bayang jingga dan ungu
tersapu kemilau nan mulai layu
menanti dan menunggu
kelak pasti kan bertemu
LSH
Category puisi
|
3 Comments → | Tagged kehidupan, manusia, memilih, menanti, puisi, sedih, sunyi, terbaik, waktu
Mei 10th, 2012
by puisipemula
Lirih pagi ini terasa luruh
Lumat oleh genangan air mata yang lerai
Duka menanti
atas ketidakniscayaan hati
Mungkinkah airmata ini dapat bertahan ?
KAU tunjukkan takdir diri
untuk segera menghadapMU
dalam kedamaian nan pilu
dari hati yang menggapai ridhaMU
Mudahkan jalannya Ya Rabb
khusnul khotimah berikanlah
Taburkan rasa sabar
pada yang ditinggalkan
aamiin Ya Rabb………
LSH
Category puisi
|
5 Comments → | Tagged airmata, Allah swt, berpulang, duka, manusia, puisi, sahabat, Sang Maha Segala, terbaik
Mei 10th, 2012
by puisipemula
Kepakan sayap selalu mengantarmu
dalam tiap senyum indah dirimu
kibasan sayap menembus langit biru
mengantarkan bahagia tiap waktu
kepakan sayap terkulai
dalam intaian langit tak bertepi
ikhlas kami dan doa kami
menyertaimu dalam duka
selamat jalan sahabat
baktimu tetap terikat
dalam sanubari kerabat
karena langit selalu tanpa batas

photo courtesy of Ess Maria Goretty B
LSH
dedicated to cabin attendant of Shukoi, our loving friends :
Rossy Witham and Maria Marcella
Category puisi cinta
|
11 Comments → | Tagged airmata, cinta, duka, kasih sayang, langit, puisi, sahabat, selamat jalan, Sukhoi, tak berbatas
Mei 8th, 2012
by puisipemula
Duhai buah hatiku……….
goresan sederhana ini dari bundamu
agar bisa terpahami olehmu
agar bisa jadi penuntun bagimu
duhai buah hatiku……………
dalam hidup dan cita cita
serta keinginanmu
sandarkanlah hanya pada NYA semata
mengharap ridho pada Yang Maha Kuasa
Duhai buah hatiku………….
berdaya upayalah dengan niat yang lurus
ikhtiar yang baik
hasilnya serahkan hanya pada Allah swt semata
Duhai buah hatiku…….
jagalah selalu hatimu
dengan untaian dzikir dan doa
sucikan niatmu dengan amalan hanya karena NYA semata
Duhai buah hatiku……
dalam tiap usahamu
gunakan senjata terhebat yang disiapkanNYA
doa dan airmata penghambaan pada NYA
Duhai buah hatiku terkasih……..
apapun yang kau dapatkan
kesusahan , kedukaan maupun kenikmatan dan bahagia
semuanya hanya karena DIA tahu yang terbaik untukmu
Duhai buah hatiku tersayang……..
doaku siang malam dalam airmata
hanya agar kalian selalu dalam Rahman,Rahim, Maghfirah dan BarokahNYA
dan, agar hati kalian selalu mendapatkan Sinar Illahiah
Aamiin……………
LSH
Peluk cium untuk buah hatiku terkasih
Nanda dan Nadia
Category puisi cinta
|
4 Comments → | Tagged aku, Allah swt, anak anakku, barokah, buah hati, cinta, doa, maghfiroh, puisi, rahmat, Sang Maha Segala, sinar illahi, terkasih, tersayang
Mei 6th, 2012
by puisipemula
Pernahkah kita merasa malu
terhadap telinga, mata, dan kulit
serta anggota tubuh lainnya
yang selalu menyertai kita di dunia ini?
Sadarkah kita
Allah Swt menciptakan semua itu
untuk mengawasi gerak-gerik kita
di mana pun kita berada?
Sadarkah kita
kelak seluruh anggota tubuh kita
melapor kepada Sang Maha Pencipta
seluruh aktivitas mereka kepada Allah swt semata
pada hari persaksian di ambang Neraka Jahanam?
Bukankah Allah Swt berfirman,
Sehingga apabila mereka sampai ke Neraka,
pendengaran, penglihatan, dan kulit mereka
menjadi saksi
tentang apa yang telah mereka kerjakan
LSH
Category puisi cinta
|
2 Comments → | Tagged Add new tag, Allah swt, hari akhir, kulit, malu, manusia, mata, puisi, saksi, Sang Maha Segala, taubat, telinga